Senin, 23 Februari 2015

PENTINGKAH MEMPELAJARI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN,.....???



Apakah anda ingin tahu,.... ? jawabannya yaitu ada di bawah ini.. 

Tidak dapat diragukan lagi, bahwa seluruh dunia adalah sebuah panggung. Semua laki-laki dan perempuan adalah aktor belaka. Mereka masuk dan keluar panggung sesuai perannya, dan setiap orang memainkan banyak peran selama masa hidupnya.  Demikian pula setiap individu memiliki sejumlah karakteristik yang menyerupai karakteristik umum individu, sejumlah karakteristik yang menyerupai beberapa individu, dan sejumlah karakteristik yang tidak dimiliki oleh individu lain. pada umumnya, perhatian kita diarahkan pada keunikan individual. Namun, sebagai manusia, kita semua telah melalui jalur yang serupa. Kita menjangkau latar belakang melalui orang tua kita dan menjangkau masa depan melalui anak-anak kita, dan melalui anak-anak mereka hingga ke masa depang yang takkan kita alami sendiri, tapi perlu menjadi perhatian kita. 

Seperti apakah psikologi perkembangan itu?

Psikologi yaitu Psychology dari Bahasa Greek (Yunani) : psyche (jiwa) dan logos (ilmu). Yang merupakan Ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku manusia, baik secara individu/ kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan. Sedangkan perkembangan (development) yaitu, pola perubahan yang dimulai sejak masapembuahan dan yang terus berlangsung selama hidup manusia.  Sebagian besar perkembangan mencakup pertumbuhan, meskipun juga mencakup kemunduran yang disebabkan oleh proses penuaan dan kematian. Jadi Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya.

Adapun aspek-aspek yang mempengaruhi individu di dalam psikologi perkembangan, yaitu :

1.  Aspek Motorik

Aspek motorik didasarkan pada pertumbuhan fisik. Meskipun tidak selalu sama, namun proses kematangan fisik akan mencapai taraf kematangan tepat pada saatnya meskipun dengan waktu yang tidak sama. Pembagian Aristoteles didasarkan atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase kedua dibatasi oleh pergantian gigi, antara fase kedua dengan fase ketiga ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin.
Fase-fase tersebut yaitu :  
a) Fase anak kecil: 0 – 7 tahun.
b) Fase anak sekolah: 7 – 14 tahun yaitu masa mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin.
 c) Fase remaja: 14 – 21 tahun.
Untuk mendukung pertumbuhan motorik, kegiatan yang bersifat fisik sebaiknya diterapkan dengan seimbang. Kegiatan bermain outdoor seperti bermain layang-layang, memanjat pohon, bermain petak umpet bisa menjadi salah satu sarana yang efektif. 

2.  Aspek Kognitif

Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan berfikir dan memahami yang melibatkan kemampuan memeroleh, mengolah, mengorganisasikan dan menggunakan pengetahuan. Secara luasnya bahwa aspek kognitif mencakup kemampuan potensial dengan lingkungan seperti mengamati, menafsirkan, memperkirakan, menilai dan lain-lain. Dalam mendukung aspek perkembangan ini, keleluasaan untuk berinteraksi dengan lingkungan, berfikir secara mandiri dan menyelesaikan masalah akan sangat membantu, misalnya dengan memberikan permainan puzzle, crossword, dan sebagainya.

3.  Aspek Afektif 

Dalam aspek afektif dibahas mengenai tindakan atau perilaku anak. Yaitu bagaimana anak berperilaku terhadap diri dan lingkungannya. Untuk mendukung perkembangan afektif, sangat penting untuk memahamkan kepada anak mengenai cara berperilaku tidak hanya terhadap diri sendiri melainkan juga terhadap orang lain. Dalam hal ini, kegiatan seperti role play atau think pair share bisa diterapkan dalam rangka memberi pemahaman bagaimana berbagi peran dengan orang lain, berbagi dan menerima ide atau pendapat orang lain serta bersabar menunggu giliran.

Apa manfaat psikologi perkembangan?

Manfaat psikologi perkembangan, diantaranya yaitu:
1.      Untuk mengetahui tingkah laku individu itu sesuai atau tidak dengan tingkat usia/ perkembangannya.
2.      Untuk mengetahui tingkat kemampuan individu pada setiap fase perkembangannya.
3.      Untuk mengetahui kapan individu bisa diberi stimulus pada tingkat perkembangan tertentu.
4.      Agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan dihadapi anak.
5.      Khusus bagi guru, agar dapat memilih dan memberikan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Berdasarkan manfaat-manfaat psikologi perkembangan diatas dapat disimpulkan bahwa “SANGAT PENTING”, tidak hanya bagi para orang tua tetapi juga bagi para guru untuk memahami psikologi perkembangan anak, sehingga mereka dapat memahami karakter, perilaku hingga kebiasaan anak didik. Terlebih lagi bahwa guru harus siap menghadapi sekian banyak perbedaan dari setiap anak didik yang terangkum dalam satu ruang lingkup belajar. Dengan memahami psikologi perkembangan maka guru akan dapat memahami bagaimana menyikapi perilaku atau karakter yang berbeda dan memungkinkan bagi guru untuk memahami materi dan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak.