Apakah
anda ingin tahu,.... ? jawabannya yaitu ada di bawah ini..
Tidak
dapat diragukan lagi, bahwa seluruh dunia adalah sebuah panggung. Semua
laki-laki dan perempuan adalah aktor belaka. Mereka masuk dan keluar panggung
sesuai perannya, dan setiap orang memainkan banyak peran selama masa
hidupnya. Demikian pula setiap individu
memiliki sejumlah karakteristik yang menyerupai karakteristik umum individu,
sejumlah karakteristik yang menyerupai beberapa individu, dan sejumlah
karakteristik yang tidak dimiliki oleh individu lain. pada umumnya, perhatian
kita diarahkan pada keunikan individual. Namun, sebagai manusia, kita semua
telah melalui jalur yang serupa. Kita menjangkau latar belakang melalui orang
tua kita dan menjangkau masa depan melalui anak-anak kita, dan melalui
anak-anak mereka hingga ke masa depang yang takkan kita alami sendiri, tapi
perlu menjadi perhatian kita.
Seperti apakah
psikologi perkembangan itu?
Psikologi yaitu Psychology dari Bahasa Greek
(Yunani) : psyche (jiwa) dan logos (ilmu). Yang merupakan Ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku manusia, baik
secara individu/ kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan. Sedangkan
perkembangan (development) yaitu, pola perubahan yang dimulai sejak
masapembuahan dan yang terus berlangsung selama hidup manusia. Sebagian besar perkembangan mencakup pertumbuhan,
meskipun juga mencakup kemunduran yang disebabkan oleh proses penuaan dan
kematian. Jadi “Psikologi
perkembangan” adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu
dalam perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya.
Adapun aspek-aspek yang
mempengaruhi individu di dalam psikologi perkembangan, yaitu :
1. Aspek Motorik
Aspek motorik
didasarkan pada pertumbuhan fisik. Meskipun tidak selalu sama, namun proses
kematangan fisik akan mencapai taraf kematangan tepat pada saatnya meskipun
dengan waktu yang tidak sama. Pembagian Aristoteles didasarkan
atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase kedua dibatasi
oleh pergantian gigi, antara fase kedua dengan fase ketiga ditandai dengan
mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin.
Fase-fase tersebut
yaitu :
a) Fase anak kecil: 0 –
7 tahun.
b) Fase anak sekolah: 7
– 14 tahun yaitu masa mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin.
c) Fase remaja: 14 – 21 tahun.
Untuk mendukung
pertumbuhan motorik, kegiatan yang bersifat fisik sebaiknya diterapkan dengan
seimbang. Kegiatan bermain outdoor seperti bermain layang-layang, memanjat
pohon, bermain petak umpet bisa menjadi salah satu sarana yang efektif.
2. Aspek Kognitif
Aspek kognitif
berkaitan dengan kemampuan berfikir dan memahami yang melibatkan kemampuan
memeroleh, mengolah, mengorganisasikan dan menggunakan pengetahuan. Secara
luasnya bahwa aspek kognitif mencakup kemampuan potensial dengan lingkungan
seperti mengamati, menafsirkan, memperkirakan, menilai dan lain-lain. Dalam
mendukung aspek perkembangan ini, keleluasaan untuk berinteraksi dengan
lingkungan, berfikir secara mandiri dan menyelesaikan masalah akan sangat
membantu, misalnya dengan memberikan permainan puzzle, crossword, dan
sebagainya.
3. Aspek Afektif
Dalam aspek afektif
dibahas mengenai tindakan atau perilaku anak. Yaitu bagaimana anak berperilaku
terhadap diri dan lingkungannya. Untuk mendukung perkembangan afektif, sangat
penting untuk memahamkan kepada anak mengenai cara berperilaku tidak hanya
terhadap diri sendiri melainkan juga terhadap orang lain. Dalam hal ini,
kegiatan seperti role play atau think pair share bisa diterapkan dalam rangka
memberi pemahaman bagaimana berbagi peran dengan orang lain, berbagi dan
menerima ide atau pendapat orang lain serta bersabar menunggu giliran.
Apa manfaat psikologi
perkembangan?
Manfaat psikologi
perkembangan, diantaranya yaitu:
1.
Untuk mengetahui tingkah laku individu itu
sesuai atau tidak dengan tingkat usia/ perkembangannya.
2.
Untuk mengetahui tingkat kemampuan individu
pada setiap fase perkembangannya.
3.
Untuk mengetahui kapan individu bisa diberi
stimulus pada tingkat perkembangan tertentu.
4.
Agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan
yang akan dihadapi anak.
5.
Khusus bagi guru, agar dapat memilih dan
memberikan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Berdasarkan manfaat-manfaat psikologi perkembangan diatas dapat disimpulkan
bahwa “SANGAT PENTING”, tidak hanya bagi para orang tua tetapi juga bagi
para guru untuk memahami psikologi perkembangan anak, sehingga mereka dapat
memahami karakter, perilaku hingga kebiasaan anak didik. Terlebih lagi bahwa
guru harus siap menghadapi sekian banyak perbedaan dari setiap anak didik yang
terangkum dalam satu ruang lingkup belajar. Dengan memahami psikologi
perkembangan maka guru akan dapat memahami bagaimana menyikapi perilaku atau
karakter yang berbeda dan memungkinkan bagi guru untuk memahami materi dan
metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar